Home » Education Resources » Anak Berbakat

Anak Berbakat

Wednesday, August 29th, 2007 | Education Resources

Pengertian Anak Berbakat

Pada Seminar Nasional Alternatif Program Pendidikan Bagi Anak Berbakat bullan November 1981 dan kemudian juga pada Seminar Workshop on Program Alternatives for the Gifted and Talented bulan April 1982 di Jakarta terlah dirumuskan bahwa yang di maksud dengan anak berbakat ialah mereka yang karena memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi.
Dengan mengetahui segala kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh anak yang berbakat, nyatalah bahwa kita harus membedakan antara anak berbakat yang sudah berhasil mewujudkan potensialnya dalam prestasi yang unggul ( misalnya prestasi sekolah yang menonjol atau pernah menjadi juara sayembara mengarang atau lomba karya ilmiah ) dan mereka yang potensial berbakat tetapi karena sebab-sebab tetentu belum berhasil mewujudkan potensi mereka yang unggul. Di dalam kelas mereka mungkin hanya berprestasi rata-rata, sedangkan sebetulnya mereka dapat mencapai lebih dari itu. Adapun sebab-sebab mengapa seseorang tidak dapat mewujudkan bakat-bakatnya secara optimal, dengan perkataan lain prestasinya di bawah potensinya, dapat terletak pada anak itu sendiri. Misalnya anak itu tidak atau kurang berminat untuk mengembangkan bakat-bakat yang ia miliki, atau kurang termotivasi untuk mencapai prestasi yang tinggi, atau mungkin pula mempuyai kesulitan atau masalah pribadi sehingga ia mengalami hambatan dalam pengembangan diri dna berprestasi.

Sebab mengapa seseorang tidak dapat mewujudkan bakatnya, dapat terletak pada lingkungannya, misalnya orang tuannya kurang mampu untuk menyediakan kesempatan dannsarana pendidikan yang ia butuhkan, atau ekonominya cukup tetapi kurang perhatian terhadap pendidikan anak. Biasanya sebab-sebab mengapa seseorang anak menjadi tidak berprestasi sesuai dengan potensinya ( underachiever ) merupakan interaksi antar faktor pribadi anak dan faktor lingkungannya.
Sekali lagi perlu ditekankan bahwa anak mempunyai bakat-bakat tertentu, hanya berbeda dalam jenis dan derajatnya. Yang dimaksud dengan anak berbakat ialah mereka yang mempunyai bakat-bakat dalam derajat yang tinggi dan bakat-bakat yang unggul. Ada anak yang berbakat intelektual umum, biasanya mereka mempunyai taraf intelegensi yang tinggi dan menunjukkan prestasi sekolah yang menonjol. Ada pula yang mempuanyai bakat akademis khusus misalnya dalam matematika atau dalam bahasa, sedangkan dalam pelajaran lain belum tentu menonjol. Ada anak yang intelegensinya mungkin tidak terlalu tinggi tetepi unggul dalam kemampuan berpikir kreatif-produktif. Ada pula anak yang bakatnya dalam bidang olah raga, atau dalam salah satu bidang seni seperti melukis atau musik. Ada anak yang di sekolah tidak termasuk siswa yang pandai, tetapi ia menonjol dalam teman-temannya atau oleh guru selalu dipilih menjadi pemimpin, bakat mereka terletak dalam bidnag psikososial.
Jelaslah bahwa keberbakatan dapat meliputi macam-macam bidang, dapat bersifat umum atau bersifat khusus. Berbakat atau gifted dapat berarti : memiliki kemapuan intelektual umum atau bakat-bakat khusus dalam derajat yang tinggi.
Beberapa ahli cenderung membedakan antara gifted sebagai memiliki bakat intelektual ( umum atau khusus ) dan talent sebagai bakat khusus yang sifatnya non-intelektual, misalnya dalam musik atau melukis.

Karakteristiknya
Salah satu ciri anak berbakat dalam pandangan Paul E. Vemon adalah dorongan rasa ingin tahu secara intelektual ( intellectual curiosity ) yang cukup tinggi pada anak. Tak heran orang tua kewalahan memiliki anak berbakat dengan kekayaan keingintahuan yang besar ini.
Anak berbakat juga mempunyai daya abstrak dan pelanaran besar. Mereka mudah menangkap penjelasan materi sulit dan mempu merangkai fakta, sehingga terbentuk pola hubungan sebab akibat maupun logika berpikir lainnya.
Anak berbakat juga memiliki minat luas, kemampuan dan kesiapan belajar tinggi, konsentrasi dan ketekunan besar dengan sifat tidak mudah putus asa dalam mencari pemecahan masalah.
Anak berbakat perlu dibiasakan berproses kreatif supaya betul-betul menghasilkan produk kreatif secara nyata. Menurut Walas, proses kreatif itu mempunyai 4 tahap yaitu persiapan, inkubasi, ilumasi dan verifikasi. Berikut penjelasan tahap-tahap tersebut : tahap pertama yaitu persiapan, ketika individu mengumpulkan informasi atau data memecahkan suatu problem. Tahap kedua adalah masa inkubasi atau pengeraman, problem tersebut dierami di alam prasadar dan seakan-akan melupakan. Tahap ini berlangsung lama dan bisa berlangsung lama dan bisa sebentar sampai timbul inspirasi atau gagasan untuk problem solvingnya. Biasanya pada tahap ini muncul ungkapan seperti : Aha !, Oh Iya dan sepadannya. Sementara pada tahap verifikasi gagasan yang muncul dievaluasi secara kritis dan dihadapkan pada realitas.
Selain itu, ciri-ciri dari pribadi kreatif dapat dibedakan ke dalam ciri kognitif dan non-kognitif. Termasuk ciri kognitif ini adalah empat berpikir kreatif yaitu orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran dan elaborasi. Sedangkan yang termasuk ciri non-kognitif yaitu motivasi, sikap, dan kepribadian kreatif. Keduanya sama penting, karena tanpa di tunjang oleh keribadian yang sesuai, kreativitas seseorang tidak dapat berkembang secara wajar begitu juga sebaliknya.
Meskipun demikian, mengenai bakat tidaklah mudah. Bukan saja karena ia bersifat abstrak melainkan juga membutuhkan pengamatan secara intensif. Karena itulah perlu perhatian dari orang tua sejak dini, di antaranya dengan mengetahui ciri-cirinya anak yang berbakat dan kreatif.
Pada saat yang sama marilah kita melihat hasil seminar nasional Alternatif Program Pendidikan Anak Berbakat yang dilaksanakan tanggal,12-14 November1981 di Jakarta. Identifikasi anak berbakat tersebut meliputi ciri-ciri fisik, mental-intelektual, emosional dan ciri-ciri sosial.

1. Ciri-ciri fisik, antara lain :
- Sehat dan perkembangan psikomotorik lebih cepat dari rata-rata, dalam kemampuan koordinasi.

2. Ciri-ciri mental-intelektual, antara lain :
- Usia mental lebih tinggi daripada rata-rata anak normal. Daya tangkap dan pemahaman lebih cepat dan luas.
- Dapat berbicara lebih dini.
- Hasrat ingin tahu lebih besar, selalu ingin mencari jawaban.
- Kreatif.
- Mandiri dalam bekerja dan belajar.
- Mempunyai cara belajar yang khas.

3. Ciri-ciri emosional, antara lain :
- Punya kepercayaan diri yang kuat.
- Konsisten sampai keinginannya terpenuhi.
- Peka terhadap situasi di sekelilingnya.
- Senang dengan hal-hal yang baru.
Ciri-ciri tersebut dapat pula berkembang menjadi ciri-ciri yang negative, seperti: lekas bosan terhadap hal-hal yang rutin, egois dsb.

4. Ciri-ciri sosial, antara lain :
- Senang bergaul dengan anak-anak yang lebih tua.
- Suka permainan yang mengandung pemecahan masalah.
- Suka bekerja sendiri.
- Mempunyai ciri kepemimpinan.
Ditinjau dari segi negatif dapat berkembang ciri-ciri seperti :
- Sukar bergaul dengan teman sebaya.
- Sukar menyesuaikan diri dalam berbagai bidang.

Bakat sebagai aptitude biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi ( potential ability ) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.Yang dimaksud dengan anak berbakat ( menurut keputusan Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Luar Biasa 15-17 September 1980 ) adalah : Mereka yang oleh orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi menonjol karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Anak-anak tersebut memerlukan program pendidikan yang berdiferensial dan/atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat maupun terhadap diri sendiri.
Sedangkan kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat dalam kemampuan tersebut, baik secara potensial maupun yang telah nyata, meliputi :
- Kemampuan intelektual umum,
- Kemampuan akademik khusus
- Kemampuan berpikir kreatif-produktif
- Kemampuan memimpin
- Kemampuan dalam adalah satu bidang seni
- Kemampuan psikomotorik ( Martinson, 1974 )

Landasan Pengembangan Anak Berbakat
Bila kita mengembangkan suatu program untuk anak berbakat, maka penting diketahui bahwa kebutuhan dan kepentingan unik si individu sangat penting bagi perkembangannya. Anak berbakat tidak saja diidentifikasikan karena kemampuan yang lauar biasa ( outstanding ability ) dalam segi intelektual akademis, tetapi juga dalam bidang bepikir kreatif, kepemimpinan, kesenian, dan kesenian visual.
Di dalam program anak berbakat, anak diharapkan dapat didorong mengembangkan ide baru melalui kombinasi penalaran divergen dan konvergen, dengan bimbingan eksternal yang minimal dalam setiap bidang usaha. Untuk itu diperlukan suatu struktur program bimbingan konseling bagi anak berbakat yang meliputi beberapa dimensi tertentu, yaitu orientasi dan pengembangan individu secara menyeluruh melalui kegiatan kelompok.


Tags: , , , ,

previous post: Brain Power

next post: Top 5 Online Photo Sharing Websites

Philips Xenium X710, dual-sim phone with simple candy-bar de

Philips revealed its dual-sim mobile phone Xenium X710 with a simple candy-bar design. Adopting

Garmin eTrex H, with high-sensitivity GPS receiver

Perfect for outdoor enthusiasts on a budget, eTrex H comes with a high-sensitivity GPS

Samsung to announce its palm-sized DLP projector 'P400 pocke

LAS VEGAS, USA (AVING Special Report on ‘infoComm 2008′) — Samsung Electronics displayed palm-sized

Olympus Stylus Tough 6020 Digital Camera

Olympus Stylus Tough 6020 Digital Camera - Olympus Stylus Tough 6020 Digital Camera available in
Your Ad Here